Jumat, 26 Oktober 2012


ACARA 2
DENAH

1.      TUJUAN
Adapun yang menjadi tujuan praktikum adalah :
1)      Untuk dapat memahami perbedaan antara denah dan peta
2)      Untuk dapat membuat denah dengan kaidah kartografis


2.      ALAT DAN BAHAN

Adapun alat yang digunakan dalam praktikum adalah :
1)      Alat tulis menulis (pulpen, pensil, penghapus, dan mistar)
2)      Pensil warna
3)      Spidol warna (snowman ukuran F atau M)

Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum adalah :
1)      Kertas gambar
2)      Kertastransparan




3.      PROSEDUR KERJA
Adapun prosedur kerja yang dilakukan dalam praktikum adalah :
1)      Menyiapkan peralatan tulis menulis
2)      Menentukan rute yang akan dilakukan perjalanan
3)      Menentukan titik awal untuk memilih perjalanan
4)      Memulai mengamati objek-objek selama perjalanan ke lokasi yang di tuju.
5)      Membuat denah sederhana dari pengamatan selama perjalanan di kertas gambar.



4.      KAJIAN TEORI
4.1. Pengertian Denah
Kartografi adalah seni, ilmu pengetahuan dan teknologi tentang pembuatan peta-peta sekaligus mencakup studinya sebagai dokumen-dokumen ilmiah (ICA, 1973). Peta adalah suatu respresentasi/gambaran unsur-unsur atau kenampakan-kenampakan abstrak yang dipilih dari permukaan bumi atau benda-benda angkasa dan umumnya digambarkan pada suatu bidang datar dan diperkecil dan atau diskalakan (ICA, 1973).
Semua peta merupakan pengecilan dari permukaan bumi atau benda angkasa yang disipkan menurut ukuran geometris pada suatu datar dengan simbol yang digeneralisir untuk mewakili kenampakan-kenampakan sebenarnya.
Penyusunan peta dimulai dari pengumpulan data, analisis, dan pemrosesan data supaya dapat dicerminkan dalam bentuk grafis pada akhirnya. Sumber informasi yang dapat digunakan untuk menyusun peta adalah:
¯  Hasil survey langsung dari lapangan
¯  Interpretasi foto udara atau citra pengindraan jauh
¯  Peta yang telah ada sebelumnya
¯  Data statistika
Survey langsung lapangan merupakan teknik pengumpulan data primer untuk pemetaan, yang akan menghasilkan data-data yang akan digambarkan dalam peta. Survey langsung ini berupa pengamatan dan pengukuran langsung obyek-obyek yang akan digambarkan dalam peta (Sune, Nawir dan Yusuf, Daud, 2011: 8-9).
Denah adalah tampak atas bangunan yang terpotong secara horizontal setinggi 1 meter dari ketinggian 0.00 sebuah bangunan dengan bagian atas bangunan dibuang/dihilangkan. Denah merupakan pemetaan obyek nyata ke dalam obyek 2 dimensi atau 3 dimensi terkait dengan sudut pandang visual.
Denah juga dapat didefinisikan sebagai manifestasi dari keinginan client dan menunjukkan keseimbangan spatial melalui hubungan antara ruang dan dampaknya. Potongan (section) tujuan utamanya untuk memperlihatkan sistem strukur yang akan digunaan sehingga bisa diketahui kekokohannya. Sedangkan tampak (elevation) merupakan pertunjukan seni yang dituangkan pada bangunan yang akan senantiasa bisa dilihat oleh setiap orang dan dapat dikagumi keidahannya. Sehingga melalui denah kita dapat membayangkan pengalaman spatial saat kita hadir disana. Jika demikian justru membuat denah terlebih dahulu merupakan proses pembentukan kenyamanan spatial yang baik. Namun seiring perkembangan dunia arsitektur, ternyata denah dianggap tidak cukup mampu untuk memperlihatkan ke-spatial-an suatu ruang, karena telah ada suatu kebutuhan yang dinamakan pengalaman ruang, yang dianggap tidak mampu dihadirkan hanya melalui denah dan dengan melihat denah.
Jika dalam dunia desain web ada istilah navigasi yang berfungsi mengarahkan pengunjung sesuai dengan menu yang disediakan, maka dalam pembuatan desain peta atau denah wajib juga ditampilkan legenda. Selain legenda, yang perlu ditampilkan pada sebuah peta atau denah yakni tahun pembuatan, petunjuk arah atau kompas, skala atau perbandingan ukuran gambar dengan ukuran asli, dan tentunya judul.
Fungsi denah pada bangunan antara lain untuk menunjukkan:
¯  Fungsi ruang
¯  Susunan ruang
¯  Sirkulasi ruang
¯  Dimensi ruang
¯  Letak pintu dan bukaan
¯  Isi ruang
Di dalam suatu kegiatan penting seperti proyek, biasanya orang menyertakan denah lokasi yang menunjukkan dimana kegiatan atau pekerjaan itu diselenggarakan. Pembuatan denah lokasi ini biasanya ditujukan agar orang yang belum tahu lokasi tempat tersebut dapat menemukannya dengan lebih mudah.
Untuk itu ada tips-tips yang bisa digunakan dalam pembuatan denah lokasi, yaitu :
1)      Usahakan agar denah lokasi tidak terlalu rumit; simple namun tetap dapat memberikan acuan yang jelas kepada orang yang membacanya. Tidak semua jalan, gang atau belokan harus digambarkan dalam denah, cukup jalan/gang/belokan yang benar-benar penting dalam memberikan arah menuju ke lokasi.
2)      Berikan panduan yang biasa di buat dari arah mana lokasi paling mudah dapat ditempuh. Misalnya orang bisa keluar dari suatu pintu tol tertentu, kemudian jalan apa atau berbelok kemana setelah keluar dari pintu tol tersebut.
3)      Tampilkan bangunan (gedung, mall, stasiun kereta, rumah sakit, polres, polsek, pabrik, dll) yang mudah dilihat dan dikenal orang yang dapat dijadikan acuan menuju ke lokasi. Tidak perlu semua bangunan dicantumkan, tetapi hanya yang benar-benar mengarah ke lokasi dan kira-kira jika seseorang bertanya tentang bangunan/tempat tersebut semua (sebagian besar) orang tahu dan bisa memberikan jawaban. Misalnya jalan menuju lokasi ada mall “giant”, gambarkan posisi mall tersebut sebagai panduan. Kalau perlu berikan perkiraan jarak dari mall ke lokasi.
4)      Gunakan lambang-lambang yang tepat untuk menggambarkan gedung atau tempat tertentu yang dijadikan acuan arah. Misalnya untuk menunjukkan stasiun kereta/bus, gunakan gambar kereta api/bus; gambar palang merah untuk rumah sakit/klinik, rumah-rumah untuk perumahan, dsb. Ini akan sangat membantu dalam pembacaan denah yang dibuat.
5)      Berikan petunjuk khusus pada lokasi, yang begitu orang membaca denah langsung bisa melihat petunjuk tersebut. Berikan pula nama si empunya hajat dan alamat lokasi pada denah agar jika si pembaca denah ingin bertanya kepada orang lain tidak perlu lagi membuka-buka lembaran undangan lainnya.
Denah dan peta sama-sama menunjukkan suatu tempat atau wilayah. Perbedaan antara denah dan peta terletak pada luas wilayah yang ditunjukkan. Wilayah yang ditunjukkan oleh denah sangat terbatas. Sedangkan wilayah yang ditunjukkan peta sangat luas. Peta bisa menunjukkan wilayah Kabupaten, Provinsi, Negara, dan Benua. Bahkan, sebuah peta bisa menunjukkan wilayah seluruh dunia.
4.2. Layout Denah
Pada layout denah dilengkapi dengan lingkungan, jalan, dan bangunan di sekitarnya.
4.3. Tampak
Tampak adalah wujud bangunan secara dua dimensi yang terlihat dari luar bangunan. Tampak atas bangunan yang dilegkapi dengan lingkungan sekitarnya disebut site plan.
Karena digambar secara dua dimensi, pada gambar tampak kemungkinan akan ada beberapa bagian bangunan yang ukurannya menjadi tidak sesuai dengan ukuran yang sebenarnya (sesuai skala), yakni garis atau bidang yang tidak sejajar dengan bidang gambar. Untuk arah pandang sendiri tidak tergantung pada suatu patokan yang pasti. Bisa jadi gambar tampak dinamai sesuai dengan arah mata angin (tampak utara, tampak timur, dll.) atau dinamai sesuai view tertentu seperti tampak dari danau, tampak dari jalan raya, dsb.

4.4. Potongan
Untuk kriteria penggambaran, potongan kurang lebih sama dengan denah. Bagian yang terpotong digaris tebal dengan notasi material bila merupakan gambar kerja. Fungsi potongan untuk menunjukkan:
¯  Struktur bangunan
¯  Dimensi tinggi ruang
Ada juga yang disebut potongan ortogonal, yaitu gambar potongan yang berkesan tiga dimensi karena digambar dengan teknik gambar perspektif satu titik lenyap.
















5.      HASIL DAN PEMBAHASAN
5.1.Text Box: PLNText Box: MANDIRIText Box: BRIText Box: BTNNText Box: GEDUNG
BUDAYA
Text Box: FIP
Text Box: FEB
Text Box: FIS
Text Box: FMIPA
Text Box: JAMBOREINNText Box: Gedung perlengkapan
PERLENGKAPAN
Text Box: LAPANGAN DAMHIL
Text Box: Media center
CENTRE
Text Box: TRIBUNText Box: RUMAH
DINAS
Text Box: PUSAT
PENGENBANGAN
BAHASA
Text Box: POSText Box: GEDUNG  IN DOOR
Text Box: FAPERTA
Text Box: FAKULTAS
TEKNIK
Text Box: GELORAText Box: PKM
Text Box: RK. FSB
Text Box: FSB
Text Box: LP 3
Text Box: PERPUTAKAAN
PUSAT
Text Box: GEDUNG SERBA GUNAText Box: DARMA
WANITA
Text Box: PARKIRText Box: KANTOR
PUSAT
Text Box: GERBANG UTAMAText Box: KANTIN Hasil Praktikum





























5.2. Pembahasan
Praktikum kartografi kelompok 2 mengambil lokasi kampus UNG untuk di buat denah. Kampus UNG terletak ditengah Kota Gorontalo, gerbang utamanya terhubung langsung dengan jalan Jend.Sudirman dan berbatasan dengan jln. H.B Jasin (eks. Jln. Jend. D.I Panjaitan). Tidak jauh dari gerbang utama berdiri tiga ATM bank yakni ATM Mandiri, ATM BRI dan ATM BTN, keberadaan ATM ini sangat menunjang sirkulasi uang di kalangan civitas akademia UNG.
Di sebelah kiri pada persimpangan pertama berdiri gedung kuliah FEB, Auditorium FEB dan gedung perkuliahan FMIPA. Jika kita jalan lurus dari gerbang utama dan tidak jauh dari persimpangan pertama berdiri Jambura Inn yang merupakan hotel kampus yang merupakan tempat magang mahasiswa pariwisata. Gedung FEB, gedung FIS, lapangan outdoor dan lapangan indoor berada di sebelah kiri jalan yang searah dengan gerbang utama, sedangkan yang disebelah kanan berdiri perumahan dosen, gardu PLN, ruang kuliah FIS, pusat pengembangan studi luar negeri, rumah dinas rektor dan media centre UNG.
Kantor pusat terletak disebelah timur dan terhubung langsung dengan gerbang dua yang berada di jalan Dewi Sartika. Sebelah utara kantor pusat berdiri gedung dharma wanita persatuan UNG,  dan gedung serba guna UNG, sebelah selatan dari kantor pusat terletak ruang kuliah beserta lab geografi dan geologi.
Sebelah utara kampus UNG di dominasi oleh gedung-gedung FATEK, FAPERTA serta sebuah lapangan sepak bola (DAMHIL), sebelah timur banyak di dominasi oleh perkantoran (LP3, BK), Cafe (Tombango dan Merah Maron), gedung FSB, Pasca sarjana dan Perpustakaan UNG.








DAFTAR PUSTAKA

Sune, nawir & Yusuf, Daud, 2011. Modul Praktikum Kartografi. Gorontalo: UNG.
Anonim. http://geometryarchitecture.wordpress.com/2009/04/05/denah-tampak-potongan/ diakses Senin, 12 Desember 2011 pukul 14.15 Wita)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar