ACARA
2
DENAH
1.
TUJUAN
Adapun yang menjadi
tujuan praktikum adalah :
1) Untuk
dapat memahami perbedaan antara denah dan peta
2) Untuk
dapat membuat denah dengan kaidah kartografis
2.
ALAT
DAN BAHAN
Adapun alat yang
digunakan dalam praktikum adalah :
1) Alat
tulis menulis (pulpen, pensil, penghapus, dan mistar)
2) Pensil
warna
3) Spidol
warna (snowman ukuran F atau M)
Adapun bahan yang
digunakan dalam praktikum adalah :
1) Kertas
gambar
2) Kertastransparan
3.
PROSEDUR
KERJA
Adapun prosedur kerja
yang dilakukan dalam praktikum adalah :
1) Menyiapkan
peralatan tulis menulis
2) Menentukan
rute yang akan dilakukan perjalanan
3) Menentukan
titik awal untuk memilih perjalanan
4) Memulai
mengamati objek-objek selama perjalanan ke lokasi yang di tuju.
5) Membuat
denah sederhana dari pengamatan selama perjalanan di kertas gambar.
4.
KAJIAN
TEORI
4.1. Pengertian Denah
Kartografi
adalah seni, ilmu pengetahuan dan teknologi tentang pembuatan peta-peta
sekaligus mencakup studinya sebagai dokumen-dokumen ilmiah (ICA, 1973). Peta
adalah suatu respresentasi/gambaran unsur-unsur atau kenampakan-kenampakan
abstrak yang dipilih dari permukaan bumi atau benda-benda angkasa dan umumnya
digambarkan pada suatu bidang datar dan diperkecil dan atau diskalakan (ICA,
1973).
Semua
peta merupakan pengecilan dari permukaan bumi atau benda angkasa yang disipkan
menurut ukuran geometris pada suatu datar dengan simbol yang digeneralisir
untuk mewakili kenampakan-kenampakan sebenarnya.
Penyusunan
peta dimulai dari pengumpulan data, analisis, dan pemrosesan data supaya dapat
dicerminkan dalam bentuk grafis pada akhirnya. Sumber informasi yang dapat
digunakan untuk menyusun peta adalah:
¯ Hasil
survey langsung dari lapangan
¯ Interpretasi
foto udara atau citra pengindraan jauh
¯ Peta
yang telah ada sebelumnya
¯ Data
statistika
Survey
langsung lapangan merupakan teknik pengumpulan data primer untuk pemetaan, yang
akan menghasilkan data-data yang akan digambarkan dalam peta. Survey langsung
ini berupa pengamatan dan pengukuran langsung obyek-obyek yang akan digambarkan
dalam peta (Sune, Nawir dan Yusuf, Daud, 2011: 8-9).
Denah
adalah tampak atas bangunan yang terpotong secara horizontal setinggi 1 meter
dari ketinggian 0.00 sebuah bangunan dengan bagian atas bangunan
dibuang/dihilangkan. Denah merupakan pemetaan obyek nyata ke dalam obyek 2
dimensi atau 3 dimensi terkait dengan sudut pandang visual.
Denah
juga dapat didefinisikan sebagai manifestasi dari keinginan client dan
menunjukkan keseimbangan spatial melalui hubungan antara ruang dan dampaknya.
Potongan (section) tujuan utamanya untuk memperlihatkan sistem strukur yang
akan digunaan sehingga bisa diketahui kekokohannya. Sedangkan tampak
(elevation) merupakan pertunjukan seni yang dituangkan pada bangunan yang akan
senantiasa bisa dilihat oleh setiap orang dan dapat dikagumi keidahannya.
Sehingga melalui denah kita dapat membayangkan pengalaman spatial saat kita
hadir disana. Jika demikian justru membuat denah terlebih dahulu merupakan
proses pembentukan kenyamanan spatial yang baik. Namun seiring perkembangan
dunia arsitektur, ternyata denah dianggap tidak cukup mampu untuk
memperlihatkan ke-spatial-an suatu ruang, karena telah ada suatu kebutuhan yang
dinamakan pengalaman ruang, yang dianggap tidak mampu dihadirkan hanya melalui
denah dan dengan melihat denah.
Jika
dalam dunia desain web ada istilah navigasi yang berfungsi mengarahkan
pengunjung sesuai dengan menu yang disediakan, maka dalam pembuatan desain peta
atau denah wajib juga ditampilkan legenda. Selain legenda, yang perlu
ditampilkan pada sebuah peta atau denah yakni tahun pembuatan, petunjuk arah
atau kompas, skala atau perbandingan ukuran gambar dengan ukuran asli, dan
tentunya judul.
Fungsi
denah pada bangunan antara lain untuk menunjukkan:
¯ Fungsi
ruang
¯ Susunan
ruang
¯ Sirkulasi
ruang
¯ Dimensi
ruang
¯ Letak
pintu dan bukaan
¯ Isi
ruang
Di dalam suatu kegiatan penting seperti
proyek, biasanya orang menyertakan denah lokasi yang menunjukkan dimana
kegiatan atau pekerjaan itu diselenggarakan. Pembuatan denah lokasi ini
biasanya ditujukan agar orang yang belum tahu lokasi tempat tersebut dapat
menemukannya dengan lebih mudah.
Untuk itu ada tips-tips yang bisa
digunakan dalam pembuatan denah lokasi, yaitu :
1)
Usahakan
agar denah lokasi tidak terlalu rumit; simple namun tetap dapat memberikan
acuan yang jelas kepada orang yang membacanya. Tidak semua jalan, gang atau
belokan harus digambarkan dalam denah, cukup jalan/gang/belokan yang
benar-benar penting dalam memberikan arah menuju ke lokasi.
2)
Berikan
panduan yang biasa di buat dari arah mana lokasi paling mudah dapat ditempuh.
Misalnya orang bisa keluar dari suatu pintu tol tertentu, kemudian jalan apa
atau berbelok kemana setelah keluar dari pintu tol tersebut.
3)
Tampilkan
bangunan (gedung, mall, stasiun kereta, rumah sakit, polres, polsek, pabrik,
dll) yang mudah dilihat dan dikenal orang yang dapat dijadikan acuan menuju ke
lokasi. Tidak perlu semua bangunan dicantumkan, tetapi hanya yang benar-benar
mengarah ke lokasi dan kira-kira jika seseorang bertanya tentang
bangunan/tempat tersebut semua (sebagian besar) orang tahu dan bisa memberikan
jawaban. Misalnya jalan menuju lokasi ada mall “giant”, gambarkan posisi mall
tersebut sebagai panduan. Kalau perlu berikan perkiraan jarak dari mall ke
lokasi.
4)
Gunakan
lambang-lambang yang tepat untuk menggambarkan gedung atau tempat tertentu yang
dijadikan acuan arah. Misalnya untuk menunjukkan stasiun kereta/bus, gunakan gambar
kereta api/bus; gambar palang merah untuk rumah sakit/klinik, rumah-rumah untuk
perumahan, dsb. Ini akan sangat membantu dalam pembacaan denah yang dibuat.
5)
Berikan
petunjuk khusus pada lokasi, yang begitu orang membaca denah langsung bisa
melihat petunjuk tersebut. Berikan pula nama si empunya hajat dan alamat lokasi
pada denah agar jika si pembaca denah ingin bertanya kepada orang lain tidak
perlu lagi membuka-buka lembaran undangan lainnya.
Denah dan peta sama-sama menunjukkan
suatu tempat atau wilayah. Perbedaan antara denah dan peta terletak pada luas
wilayah yang ditunjukkan. Wilayah yang ditunjukkan oleh denah sangat terbatas.
Sedangkan wilayah yang ditunjukkan peta sangat luas. Peta bisa menunjukkan
wilayah Kabupaten, Provinsi, Negara, dan Benua. Bahkan, sebuah peta bisa
menunjukkan wilayah seluruh dunia.
4.2. Layout Denah
Pada layout denah dilengkapi dengan lingkungan, jalan, dan bangunan di
sekitarnya.
4.3. Tampak
Tampak adalah wujud
bangunan secara dua dimensi yang terlihat dari luar bangunan. Tampak atas
bangunan yang dilegkapi dengan lingkungan sekitarnya disebut site plan.
Karena digambar secara
dua dimensi, pada gambar tampak kemungkinan akan ada beberapa bagian bangunan
yang ukurannya menjadi tidak sesuai dengan ukuran yang sebenarnya (sesuai
skala), yakni garis atau bidang yang tidak sejajar dengan bidang gambar. Untuk
arah pandang sendiri tidak tergantung pada suatu patokan yang pasti. Bisa jadi
gambar tampak dinamai sesuai dengan arah mata angin (tampak utara, tampak
timur, dll.) atau dinamai sesuai view tertentu seperti tampak dari danau,
tampak dari jalan raya, dsb.
4.4. Potongan
Untuk kriteria penggambaran, potongan kurang
lebih sama dengan denah. Bagian yang terpotong digaris tebal dengan notasi
material bila merupakan gambar kerja. Fungsi potongan untuk menunjukkan:
¯
Struktur
bangunan
¯
Dimensi
tinggi ruang
Ada juga yang disebut potongan ortogonal, yaitu
gambar potongan yang berkesan tiga dimensi karena digambar dengan teknik gambar
perspektif satu titik lenyap.
5.
HASIL
DAN PEMBAHASAN
5.1.
































Hasil Praktikum
























5.2. Pembahasan
Praktikum kartografi
kelompok 2 mengambil lokasi kampus UNG untuk di buat denah. Kampus UNG terletak
ditengah Kota Gorontalo, gerbang utamanya terhubung langsung dengan jalan
Jend.Sudirman dan berbatasan dengan jln. H.B Jasin (eks. Jln. Jend. D.I
Panjaitan). Tidak jauh dari gerbang utama berdiri tiga ATM bank yakni ATM
Mandiri, ATM BRI dan ATM BTN, keberadaan ATM ini sangat menunjang sirkulasi
uang di kalangan civitas akademia UNG.
Di sebelah kiri pada
persimpangan pertama berdiri gedung kuliah FEB, Auditorium FEB dan gedung
perkuliahan FMIPA. Jika kita jalan lurus dari gerbang utama dan tidak jauh dari
persimpangan pertama berdiri Jambura Inn yang merupakan hotel kampus yang
merupakan tempat magang mahasiswa pariwisata. Gedung FEB, gedung FIS, lapangan
outdoor dan lapangan indoor berada di sebelah kiri jalan yang searah dengan
gerbang utama, sedangkan yang disebelah kanan berdiri perumahan dosen, gardu
PLN, ruang kuliah FIS, pusat pengembangan studi luar negeri, rumah dinas rektor
dan media centre UNG.
Kantor pusat terletak
disebelah timur dan terhubung langsung dengan gerbang dua yang berada di jalan
Dewi Sartika. Sebelah utara kantor pusat berdiri gedung dharma wanita persatuan
UNG, dan gedung serba guna UNG, sebelah
selatan dari kantor pusat terletak ruang kuliah beserta lab geografi dan
geologi.
Sebelah utara kampus
UNG di dominasi oleh gedung-gedung FATEK, FAPERTA serta sebuah lapangan sepak
bola (DAMHIL), sebelah timur banyak di dominasi oleh perkantoran (LP3, BK),
Cafe (Tombango dan Merah Maron), gedung FSB, Pasca sarjana dan Perpustakaan UNG.
DAFTAR
PUSTAKA
Sune,
nawir & Yusuf, Daud, 2011. Modul
Praktikum Kartografi. Gorontalo: UNG.
Anonim.
http://geometryarchitecture.wordpress.com/2009/04/05/denah-tampak-potongan/
diakses Senin, 12 Desember 2011 pukul 14.15 Wita)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar